Selasa, 01 November 2016

Keumalahayati - Putri Ksatria Sejati Dari Bumi Pertiwi

Ada banyak prajurit wanita terkenal di sepanjang sejarah peradapan dunia, tapi tak banyak yang mencapai puncak jenjang karir kemiliterannya. Sejauh ini, hanya 2 wanita yang dikenal oleh dunia sebagai perwira tinggi (jendral) pertama dalam sejarah. Yang pertama adalah Princess Artemesia I, seorang putri dari kerajaan persia kuno dan yang kedua adalah Laksamana Keumalahayati, seorang jendral angkatan laut pada jaman Kerajaan Aceh Darussalam yang hidup pada Abad 16. Karena itu dunia menjulukinya sebagai laksamana wanita pertama dalam sejarah dunia modern. Dia adalah komandan pasukan Inong Balee yang terdiri dari janda-janda prajurit aceh yang suaminya gugur di pertempuran Teluk Haru melawan Armada Portugis. Pada awalnya beliau membawahi 1000 personil prajurit wanita yang akhirnya membengkak dua kali lipatnya, dan mengontrol pelabuhan-pelabuhan laut di wilayah Aceh dan sekitarnya.
 
Tapi strategi militer dan pertempuran laut bukan satu-satunya keahlian Sang Putri, karena sebagai Komandan Protokol Istana  (Daarud Dunia) dia juga harus menguasai kemampuan diplomasi antar negara. Maka lengkaplah sudah biografinya, sebagai komandan pasukan yang membawahi ribuan prajurit sekaligus putri kerajaan yang kental dengan tatakrama budaya timur dan diplomasi kenegaraan.

Rupanya tatakrama dan diplomasilah yang tidak dimiliki oleh kapten kapal De Leeuw dan De Leewin, De Houtman bersaudara, Frederick dan Cornelis De Houtman. Merasa kulit putihnya memiliki kedudukan lebih tinggi dari kulit berwarna, dia menghina Sultan yang sudah dengan ramah menerimanya sebagai tamu. Tidak terima simbol negaranya dihina, Pasukan Inoong Balee menenggelamkan kedua kapal, membunuh salah satu kaptennya Cornelis dan memenjarakan kapten lainnya, Frederick De Houtman.

Terbunuhnya De Houtman membuat negara-negara  Eropa harus berpikir panjang untuk menyerang. Kuatnya armada aceh dengan 100 kapal perang yang masing-masing mampu menampung 400 - 500 personil pasukan (Indonesia punya berapa ya? :D) pasukan berani mati yang bertempur atas nama jihad (istilah yang sampai saat ini sangat ditakuti di dunia barat) memaksa negara-negara Eropa mengirimkan pasukan perdamaian. 

Kini Laksamana Keumalahayati harus lincah berunding sambil masih mengontrol armadanya. Kepiawaiannya berdiplomasi menghasilkan kesepakatan kerjasama perdagangan antara Kerajaan Aceh Darussalam dan Kerajaan Inggris Raya. Sungguh wanita yang ideal bukan, dibalik karakter lemah lembut dan senyum ramah khas Indonesia, tersimpan sosok pemberani yang tak kenal mundur ketika ditantang perang.

Apa yang bisa kita pelajari dari sosok Laksamana Angkatan Laut wanita pertama di dunia ini? Bahwa Islam, ketika dipelajari secara benar sesuai ajaran aslinya, akan melahirkan sosok-sosok yang tergali dan terasah potensi maksimalnya. Tak peduli dia laki-laki atau perempuan. Dan Keumalahayati bukanlah satu-satunya sosok pejuang Islam di Indonesia. Kita mengenal Cut Nyak Dien, prajurit aceh perkasa yang selama 31 tahun keluar masuk hutan memimpin rakyat Aceh melawan Belanda, dan menjadikan Perang aceh sebagai perlawanan terberat yang pernah dialami VOC.

Ada Raden Dewi Sartika, seorang putri kecil Adipati Sumedang yang mengajari teman-teman mainnya berbahasa Belanda, saat ia masih berusia 10 tahun. Apa yang dilakukan anak-anak kita pada usia itu? Oh ya, mungkin anda lupa dengan Putra Putri Raden Mas Adipati Ario Sosrodiningrat dari Jepara, seperti Si Jenius Raden Mas Sosrokartono, seorang poliglot yang menjadi penterjemah di Liga Bangsa-Bangsa dan Wartawan perang dunia I serta adiknya RA Kartini yang memperjuangkan pendidikan wanita untuk rakyat jelata disaat adipati-adipati lain sibuk berfoya-foya  memeras rakyatnya?

Jaman sekarang tak terhitung pejuang-pejuang wanita modern yang memperjuangkan sistem kepercayaan Islam yang disandangnya. Mereka adalah para putri yang terasah potensinya, dan memanfaatkan segala kelebihannya untuk menyebarkan kebaikan di seluruh dunia. Anda ingin menjadi salah satu dari mereka? Yang perlu dilakukan adalah belajar tentang Islam sesuai dengan ajaran aslinya, dan tidak mencampur adukkan nilai Islam dengan nilai-nilai budaya yang ada dan menganggapnya itu bagian dari Islam.

 Ayah, Bunda, ajaklah anak-anak kita belajar tentang sejarah yang sebenarnya, karena dari sanalah kita mendapatkan pelajaran berharga, dan supaya mereka bisa membedakan mana khayalan dan yang nyata. Supaya anak-anak kita belajar tentang pentingnya kecerdasan  dan motivasi pada Aisyah, Usamah Bin Zaid dan Imam Syafii. Supaya mereka mengenal kata berjuang tiada henti seperti yang dilakukan Cut Nyak Dien, tidak silau oleh posisi sebagai penguasa seperti Pangeran Diponegoro, putra pertama Sri Sultan Hamengkubuwono III, berjuang menyampaikan kebenaran seperti Rohana Kudus, ataupun menyediakan kebutuhan dasar rakyat kecil akan pendidikan dan fasilitas kesehatan yang layak seperti yang dilakukan oleh Kyai Ahmad Dahlan.

Jangan biarkan anak-anak kita terpesona  oleh kecantikan Rapunzel atau heroiknya perlawanan Princess Merida, terkagum-kagum pada kejeniusan tokoh fiktif bernama Hermione Granger dan ketampanan Bill Weasley, atau bahkan mengidolakan manusia paling biadab dalam sejarah,Vlad III of Rumania, karena Hollywood menggambarkan sebagai sosok tampan semacam Luke Evan ataupun Gerald Buttler dan menganggapnya sebagai sosok penyelamat umat manusia, hanya karena Hollywood menggambarkannya seperti itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar