Selasa, 01 November 2016

Keumalahayati - Putri Ksatria Sejati Dari Bumi Pertiwi

Ada banyak prajurit wanita terkenal di sepanjang sejarah peradapan dunia, tapi tak banyak yang mencapai puncak jenjang karir kemiliterannya. Sejauh ini, hanya 2 wanita yang dikenal oleh dunia sebagai perwira tinggi (jendral) pertama dalam sejarah. Yang pertama adalah Princess Artemesia I, seorang putri dari kerajaan persia kuno dan yang kedua adalah Laksamana Keumalahayati, seorang jendral angkatan laut pada jaman Kerajaan Aceh Darussalam yang hidup pada Abad 16. Karena itu dunia menjulukinya sebagai laksamana wanita pertama dalam sejarah dunia modern. Dia adalah komandan pasukan Inong Balee yang terdiri dari janda-janda prajurit aceh yang suaminya gugur di pertempuran Teluk Haru melawan Armada Portugis. Pada awalnya beliau membawahi 1000 personil prajurit wanita yang akhirnya membengkak dua kali lipatnya, dan mengontrol pelabuhan-pelabuhan laut di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Jumat, 28 Oktober 2016

Menjadi Ibu Rumah Tangga Berpenghasilan Tinggi

Pernahkah anda ngobrol dengan ibu-ibu rumah tangga yang sehari-harinya berkerja sebagi online marketer? Berapa kira-kira penghasilan mereka per bulan? Saya pernah bertemu dan ngobrol bersama mereka.  Biasanya mereka adalah ibu-ibu berhijab rapi memiliki beberapa anak usia sekolah yang harus dirawat.  

Saya biasa mengira-ngira penghasilan mereka dari melihat kemana mereka menyekolahkan anaknya. Dan cukup mengejutkan memang, karena rata-rata mereka mengirim ke sekolah-sekolah Islam Swasta terkenal  di sekitar kita, 2, 3 atau 4 anak sekaligus.

Selasa, 25 Oktober 2016

Mensyukuri Ibu-Ibu Rumah Tangga Yang Bekerja

Seperti apakah penampilan para marketer Aulia Production  dengan omzet ratusan juta hingga milyaran rupiah pertahun? Apakah mereka adalah perempuan-perempuan bergaun mewah, bermake up lengkap dengan perhiasan gemerlapan dan sepatu harga jutaan? Saya beruntung pernah  dipertemukan Allah dengan Ibu-Ibu luar biasa ini. Ada yang bertatap langsung dan saling ngobrol, ada pula yang bertemu melalui facebook dan saling ngobrol juga. Bagaimana kesan saya?

Kamis, 20 Oktober 2016

Perjuangan Muslimah Membangun Image Diri Sendiri

Bunda dan Sista, tahukah anda berapa banyak manusia-manusia delusional yang menganggap dirinya sebagai ksatria berbaju zirah berkilau yang siap membebaskan para muslimah dari 'penjara'nya yang bernama hukum syariah? Sekali-kali berkunjunglah ke forum-forum internasional yang membahas tentang perempuan dalam Islam, Hijab dan Feminisme dalam Islam.  

Kenapa? Karena yang digambarkan oleh media masa atas perempuan berhijab adalah perempuan putus sekolah yang dipaksa menikah oleh ayahnya di umur 12 tahun, harus merawat selusin balita beberapa tahun sesudahnya, dan tubuhnya penuh bekas luka karena tamparan, pukulan dan bekas sabetan rotan di balik baju yang menutupi seluruh tubuhnya.

Nyaman Dan Khusuk Beribadah Bersama Mukena Felisha

Masih ingatkan anda akan mukena jaman Ibu atau Eyang Putri kita dulu? Yang lahir pada tahun 1980 ke bawah mungkin masih mengenalinya. Mukena Simbah Putri saya dari pihak Bapak berwarna putih polos model terusan, bahannya terbuat dari kain mori yang biasa dipakai untuk membungkus orang mati.

Selasa, 18 Oktober 2016

Muharam Carnival 1438H: Harapan Baru Di Tahun Baru

Semua yang terjadi tahun lalu baik yang membahagiakan maupun yang menyedihkan  adalah pelajaran berharga untuk tahun berikutnya. Kalaupun tahun lalu penuh dengan kesulitan melanda, marilah kita berdoa semoga tahun depan kita diberkahi dengan banyak kemudahan dan kebahagiaan. Mengharapkan kemudahan untuk tahun depan, begitulah semangat Muharam Carnival yang diselenggarakan oleh Aulia Production  tahun ini. Dilakukan dengan cara memberikan diskon besar-besaran kepada end usernya.

Jumat, 07 Oktober 2016

Laris Menjual Busana Muslimah Segmen Menengah Atas

"Waduh Mbak, harganya kok mahal-mahal, mau dijual kemana?"
"Buyerku suka pilih-pilih, Bund, mereka suka membandingkan satu toko dengan toko lainnya. Jadi harga selisih dikit aja komplain, warna dan modelnya sama kok harganya jauh beda?"
"Kalau jualan disini dengan harga segitu nggak laku, Dik. Orang sini yang penting belinya murah, bisa dapet banyak."
Pernah dengar kalimat-kalimat seperti ini nggak? Kita menawarkan teman yang kebetulan tidak terlalu banyak aktifitas untuk menjadi reseler kita, tapi sudah keburu ngeper duluan melihat tag harganya? 

Rabu, 05 Oktober 2016

Menjadi Muslimah Berdaya Ala Nurul Fadillah

Sekilas pintas nyaris tak ada bedanya dengan ibu-ibu yang biasa saya kenal atau saya jumpai ketika menjemput anak-anak sekolah. Berhijab rapat, kerudung lebar, dan nyaris tanpa make up. Gerak-geriknya serba cekatan tanpa ragu, seolah-olah memperlihatkan bahwa dia perempuan mandiri dan apa adanya.

Waktu itu kami mau mengikuti pelatihan digital marketing Aulia Production di rumah sang Owner, Mbak Zaida. Tanpa ragu pula dia mempersiapkan diri, mengeluarkan laptop Asusnya, charger, daaan.....keyboard usb. "Keyboardnya rusak." Katanya tanpa merasa perlu jaim. Oh, dia tidak perlu jaim di depan saya, karena sudah ditunjukkan foto laptop axioo saya lengkap dengan keyboard komputer (wireless) dan....jepitan pompa sepeda di layarnya (kabel fleksibel rusak, suka kedip-kedip).

Kemudian dia bercerita tentang laptopnya tadi. Konon laptop itu hasil penjualan gamis dan jilbab dia yang pertama. Pilihan yang bagus juga, Asus A46C dengan spek yang dia punya, harga barunya saja kisaran 4 juta waktu itu. Seorang ibu, bekerja sendirian di rumah tanpa pembantu dan dilakukan sambil mengasuh kedua anaknya, tentu itu bukan prestasi sederhana, mengingat posisinya sebagai Ibu Rumah Tangga. 

Tentu saja modalnya bukan hanya itu, saya tahu betul itu. Ada acara ambil barang disini untuk dikirim kesana, kadang ga cocok entah apanya dibalikin untuk dituker lagi, belum lagi harus promosi disana-sini, memprospek calon pembeli sambil mungkin merawat anak-anak yang masih kecil, terima telepon sambil tangan penuh sabun atau sambil masak, dan masih banyak lagi. 

Dan banyak sekali para muslimah yang dalam rangka ikut berperan meringankan beban suami, dia ikut bekerja keras mencari rizki. Tanpa meninggalkan tugasnya sebagai ibu sama sekali. Butuh tenaga ekstra memang, dan managemen waktu yang luar biasa disiplin untuk meyeimbangkan itu semua. Tapi rewardnya juga sangat berharga.

Bukan sekedar materi seperti laptop Asus tadi, atau bonus sepeda motor dari owner Aulia Production yang berhasil didapat dari usaha jual beli ini, tapi juga perasaan puas terhadap kemampuan diri sendiri itulah yang tak terganti. Dua kali bonus sepeda motor dari owner Aulia production merupakan bukti nyata konsistensi dan skill marketing yang dimilikinya.

Pada akhirnya kami janjian bertemu, masih berhubungan dengan keyboard asusnya tadi hehehehe. Di rumah kami, sambil suami mencoba memperbaiki keyboard asusnya yang naudubillah rumitnya (keyboard model tanam, harus bongkar casing), kami berdoa ngobrol soal usahanya berjualan aulia selama ini. 

"Anakku yang pertama di Al Uswah, Mbak. Alhamdulillah bisa bantu pilihin sekolah yang bagus dan ikut urunan bayarin daftar ulang dan sppnya." Adiknya masih TK, di Al Uswah juga. Jadi bayangin aja, tiap hari harus wira-wiri Wonorejo - Keputih - Ngagel hanya demi antar jemput." Katanya, Bukan bermaksud mengeluh tentu saja, karena nadanya justru menunjukkan kepuasan akan kerempongannya itu. 

Ya iyalah, berapa banyak dari sekian populasi orang Surabaya yang mampu menyekolahkan anak-anaknya di sana? Sekolah yang sudah tidak diragukan lagi kualitas dan biaya daftar ulangnya? Dan itu semua bisa dicapai dengan "hanya" jualan baju muslim secara online?  Kalau anda bertemu langsung orangnya, maka anda akan tahu bahwa dia sudah membuktikannya.

Dan yang lebih menginspirasi, Mbak Nurul ini bukan satu-satunya Muslimah yang mandiri secara finansial hanya dari memasarkan produk-produk busana Muslim. Banyak sekali Nurul - Nurul lain yang tak kalah berprestasi, meneladani muslimah-muslimah pengusaha jaman dulu, sambil tak lupa melakukan tugasnya dengan sangat baik sebagai ibu dan istri.

Dan soal tugas sebagai istri, Mbak Nurul beruntung karena punya suami yang mendukung penuh aktifitasnya sebagai online marketer. Karena bagaimanapun juga, butuh banyak kesabaran mentolelir istri 'sibuk'. Mulai dari menggantikan tugas menjaga  3 anak balita sepulang kerja, sementara dia hati sudah tak sabar ingin cepat istirahat, kadang harus bikin teh sendiri, atau menggoreng lauk sendiri, bahkan ikut berperan membantu cuci-cuci atau bersih-bersih sana-sini.

Dan pada akhirnya, ridho suami tak hanya berarti surga bagi sang istri, tapi menjadi surga bagi keluarga mereka sepenuhnya di dunia. 

Ada banyak wanita muslimah dengan skill luar biasa seperti Mbak Nurul Fadillah. Yang harus dilakukan tinggal memolesnya, mengasah kemampuan persuasi, negosiasi, dan menambah pengetahuan di sana-sini. Bagaimana mendapatkannya? Anda bisa mengikuti kursus marketing yang banyak diselenggarakan di kota anda, atau membaca buku-buku pengembangan diri ATAU  anda bahkan bisa bergabung dengan tim marketing Aulia dan mendapatkan training secara kontinyu dan berkesinambungan, sehingga potensi kita tak tersia-sia ketika memutuskan menjadi ibu rumah tangga.

Jumat, 01 Januari 2016

Zaheera

Bahan bubblecrepe
Tersedia 4 motif dan warna pilihan
Ukuran x, m, l dan xl
Harga tanpa kerudung Rp 250.000,-
Dengan kerudung Rp 385.000,-












Humaira

Bahan atas jersey super, bagian rok koshibo
Tersedia 4 warna kombinasi pilihan
Ukuran s, m, l dan xl
Harga Rp 385.000,- tanpa jilbab